Langkah-langkah Rusdi Kirana Kuasai Bisnis Penerbangan di Indonesia

Maskapai milik Rusdi Kirana ini menyepakati untuk membeli 230 unit pesawat boeing senilai Rp.195 triliun dari perusahaan pabrikan asal Amerika Serikat, kesepakatan ini merupakan pembelian pesawat terbesar sepanjang sejarah Boeing.

Semakin meningkatnya minat masyarakat Indonesia yang menggunakan jasa transportasi udara membuat persaingan bisnis antar maskapai penerbangan pun kian ketat dan terbuka, tentu saja hal seperti ini membuat masing-masing maskapai tidak ingin kehilangan pasarnya.

Berbagai macam cara terus dilakukan oleh maskapai penerbangan untuk terus mengekspansi pasar guna meningkatkan jumlah pengguna maskapai, Lion air merupakan salah satu maskapai yang gemar melancarkan aksi-aksi yang seolah-olah seperti memberi psy war bagi maskapai pesaingnya.

Lion Air selalu memiliki cara untuk melebarkan sayap sayap bisnisnya dengan berbagai aksi korporasi yang memantik persaingan panas dengan maskapai lain, seperti halnya yang dilakukan Lion Air beberapa saat yang lalu ketika di hadapan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang sedang berkunjung ke Indonesia, Rusdi Kirana sang pemilik Lion Air melakukan penandatangan pembelian 100 pesawat Boeing dari perusahaan asal Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, Rusdi Kirana sang pemilik Lion Air memang dikenal kerap melakukan aksi-aksi ekspansi yang membuat maskapai yang didirikan pada tahun 2000 ini terus berkembang dan berupaya menjadi maskapai penerbangan swasta terbesar di indonesia.

Namun rupanya Lion Air bukan satu satunya penguasa langit di Indonesia karena Air Asia saingan Lion Air saat ini secara terang terangan manyatakan bakal bersaing dengan Lion Air. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan niat Lion Air untuk terus melaju menguasai langit Indonesia, berikut beberapa aksi ekspansi Lion Air untuk menguasai penerbangan di indonesia:

1. Memborong 230 Pesawat Boeing

Maskapai milik Rusdi Kirana ini menyepakati untuk membeli 230 unit pesawat boeing senilai Rp.195 triliun dari perusahaan pabrikan asal Amerika Serikat, kesepakatan ini merupakan pembelian pesawat terbesar sepanjang sejarah Boeing.

Pesawat tersebut terdiri dari 201 Jenis 737 Maxz dan 29 Next generation 737-900 Ers yang rencananya akan datang mulai 2017 hingga 2025, sementara maskapai Lion Air sendiri sebelumnya telah memesan 178 Pesawat Boeing sejak 2007 hingga 2017 sehingga apabila ditotal Lion Air akan memiliki total 408 Pesawat Boeing pada tahun 2025. Jumlah ini melebihi jumlah pesawat yang dimilki Garuda Indonesia saat ini, bahkan untuk penerbangan jarak jauh Lion Air juga akan memesan 10 pesawat jenis Airbus A330.

2. Pesan 200 Pesawat Airbus.

Lion Air disinyalir telah melakukan pemesanan 200 unit Airbus dengan nilai kontrak sebesar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp. 194 triliun seperti dikutip Reuters pembelian ini merupakan pemecahan rekor catatan pembelian dengan nilai terbesar.

3.   Lahirkan Malindo Air

Persaingan Lion Air dengan Air Asia rupanya tidak hanya berhenti di dalam negeri saja, terbukti untuk menyaingi Air Asia, Lion Air telah bekerja sama dengan pemerintah Malaysia untuk membuat maskapai penerbangan dengan tarif rendah yang diberi nama Malindo Air. Malindo Air akan beroperasi di Negeri Malaysia, Psy war seperti ini merupakan isyarat nyata dari Lion Air yang ingin menantang Air Asia di negerinya sendiri.

BACA JUGA:  Lion Air, Gebrak Sana Gebrak Sini

4.   Kuasai Penerbangan Domestik

Lion Air pada tahun 2012 dinobatkan sebagai maskapai yang paling banyak menerbangkan penumpang domestik, itulah kenapa Lion Air disebut sebut sebagai penguasa penerbangan domestik.

Menurut data dari Kementrian Perhubungan, dari total 63,6 Juta orang yang menggunakan jasa penerbangan pada tahun 2012 Lion Air menerbangkan 23,93 Juta penumpang diantaranya.

5.  Kuasai Bandara Soekarno Hatta

Selain memperbanyak jumlah pesawat, Lion Air juga telah berencana menguasai bandara Soekarno Hatta dengan jalan menambah terminal baru di bandara Soekarno Hatta. Tambahan terminal 1C untuk operasional Lion Air semakin mengukuhkan maskapai Lion Air sebagai penguasa bandara Soekarno Hatta. Itu berarti pesawat Lion Air terparkir di seluruh terminal bandara Soekarno Hatta mulai dari terminal 1 sampai 3.

Hanya di Terminal 2F saja, lambang singa merah tidak terlihat memarkirkan pesawatnya hal ini dikarenakan terminal 2F merupakan terminal dari pesawat Garuda Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *