Hary Tanoesoedibjo Mengaku Tidak Pernah Nikmati Warisan Cendana

Sejak tahun 2001, Hary Tanoesoedibjo telah mengenal Bambang Tri Hatmojo yang merupakan salah satu keluarga Cendana atau lebih tepatnya adalah putra mantan presiden Soeharto. Kala itu, Bambang menawarkan saham PT Bimantara sebesar 25 persen kepada Hary. Dan sahamnya pun di bayar mahal, yang selanjutnya Hary diangkat sebagai komisaris pada PT Bimantara, Kompas (10/3).

Hary menegaskan bahwa ia tidak pernah menikmati kucuran dana sedikitpun warisan dari keluarga cendana. Semua usaha dan kesuksesan yang dicapainya saat ini adalah murni karena kerja keras yang dibangunnya sejak awal tahun 1990an.

Meskipun begitu, Hary mengaku bahwa ia memang dekat dengan keluarga Cendana ketika bekerja di bawah perusahaan yang dibina oleh Bambang Tri Hatmojo tepatnya di PT Bimantara Citra. Karier Hary di masa itu terus menanjak apalagi sejak kepemilikan sahamnya naik menjadi 40% dimana selanjutnya ia diangkat menjadi direktur umum PT Bimantara Citra.

Dalam sebuah diskusi di kediaman Ketua Umum Persaudaraan Alumni HMI, Bursah Zarnubi, Pancoran, Jakarta Selatan (10/3) seorang peserta diskusi bertanya “Apakah Hary Tanoesoedibjo termasuk dari 200 orang konglomerat yang curi uang rakyat sekitar 5.000 triliun? Kalau iya, out dari Indonesia”. Dalam diskusi memang tengah membahas para konglomerat yang kongkalikong dengan keluarga cendana, dan nama dari pimpinan MNC group ini turut disinggung di dalamnya. Dari sinilah berawal pertanyaan dan tanggapan bagi pimpinan MNC Group sekaligus mantan komisaris di PT Bimantara Citra yang dibawahi oleh Bambang Tri Hatmojo.

BACA JUGA:  Alasan Hary Tanoe Masuk Partai Hanura

Sumber: tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *